Terapi Fisik Dada untuk Atasi Pneumonia Anak

Anak-anak memang rentan terserang batuk dan pilek. Apalagi jika pernafasan mereka sudah terganggu akibat pneumonia. Dari dada terdengar suara nafas yang berat dan sesak karena kantong udara dalam paru (alveoli) penuh nanah dan cairan (reak) sehingga oksigen berkurang. Sebagian orang tua tidak akan tega melihatnya.

 

Zaman dahulu, teknik gurah sering dipakai untuk mengeluarkan cairan lendir atau reak dalam tubuh (paru) melalui ramuan yang dimasukkan ke rongga hidung. Praktek ini masih sering ditemui di beberapa tempat dan memang terbukti dapat melapangkan rongga pernafasan. Hanya saja, meski diakui secara medis, ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan praktek kedokteran saat ini. Dokter lebih menyarankan melakukan fisioterapi, dalam kasus ini dikenal dengan terapi fisik dada.

 

Terapi fisik dada dapat efektif dilakukan pada anak penderita pneumonia. Pada dasarnya, pada anak dan bayi mekanisme batuk belum sempurna sehingga tidak dapat membersihkan jalan nafas dengan sempurna. Terlebih pada kantung udara terhalang cairan sehingga rongga pernafasan menjadi terganggu. Dengan demikian perlu dilakukan tindakan aktif dan pasif untuk membersihkan jalan nafas anak dan bayi.

 

Disebutkan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RS Sari Asih Ciledug, dr. Dian Naka Eriawati, SpRM, tindakan terapi fisik aktif bisa melalui latihan pengendalian batuk, latihan bernafas, dan koreksi sikap. Sedangkan tindakan terapi fisik pasif yaitu dengan melakukan penyinaran, relaksasi, postural drainage, perkusi, dan vibrasi.

 

“Terapi fisik membantu penatalaksanaan penyakit paru akut, termasuk pneumonia) dan kronis. Terapi fisik dapat juga digunakan sebagai pencegahan dan pengobatan,” ujarnya.

 

Sementara itu, jenis terapi fisik dada yang sering digunakan kepada penderita penyakit paru akut, pneumonia, dan kronis disebutkan dr. Dian Naka yaitu postural drainage, perkusi, dan vibrasi.

 

Postural drainage merupakan cara klasik mengeluarkan lender dari paru dengan menggunakan gaya berat dan sekret (lendir) itu sendiri.Tujuannya adalah mencegah terkumpulnya lendir dalam saluran nafas serta mempercepat pengeluaran lendir. Sementara perkusi merupakan jenis terapi fisik dada dengan memberikan energi mekanik (menimbulkan efek getar) pada dada yang diteruskan pada saluran nafas paru untuk tujuan melepaskan sekret yang tertahan.

 

“Sedangkan vibrasi merupakan tindakan kompresi dada dengan tujuan menggerakkan sekret ke arah saluran nafas besar, dan dilakukan pada waktu pasien mengeluarkan nafas,” urainya. (mad)   
 

  • News

Hotline-rs-sariasih
1-lokasi-sariasih

Layanan Kami

USG
ECG
CTG
CT Scan
Spirometri
Endoscopy
Laboratorium
Echo Cardiography 

Kontak Kami

MARKETING OFFICE
Jl. Imam Bonjol No.38
Kota Tangerang 15113 
Telp. 55 768 751
Fax. 55 76 0727